Kisah Lucu Umar bin Khattab Karena Cintanya Kepada Nabi saw

  • Bagikan
kisah lucu umar bin khattab
Ilustrasi kisah lucu Umar bin Khattab ra

Kisah Inspirasi – Ada banyak kejadian lucu yang dilakukan sahabat Umar bin Khattab. Lucu karena seakan perbuatan itu kelihatan aneh dan membuat sahabat tertawa.

Seperti kita ketahui sahabat Umar bin Khattab adalah orang yang sangat ditakuti, bahkan ada riwayat menyebutkan, iblis pun takut kepadanya.

Sangat sulit membayangkan bagaimana sahabat Umar bin Khattab membuat hal lucu. Bisa jadi bagi beliau itu bukan hal lucu, tapi bagi yang melihat ata mendengarnya akan tertawa.

Berikut beberapa kisah lucu Umar bin Khattab;

Dikisahkan, suatu hari, Umar bin Khattab saat masih menjadi khalifah, tiba-tiba saja beliau duduk seloyoran begitu saja di bawah sebuah pohon.

Pembantu istana heran dan bertanya, “Ya Amirul mukminin, duduk seperti itu kenapa?”

Khalifah Umar bin Khattab menjawab “Nabi saw dulu pernah di sini, duduk begini. Ya, saya ngikutin Nabi saw saja,”

Jawaban khalifah Umar bin Khattab itu membuat pembantunya tertawa.

Dalam kisah lain, saat Umar bin Khattab sedang tawaf dan hendak mencium hajar aswad, ia berkata kepada batu hitam itu, “Hei Batu Hitam, kamu ini cuma batu, jika Nabi ndak pernah mencium kamu, saya tak sudi melakukannya.” Kemudian mencium Hajar Aswad sambil tersenyum.

Anak Umar bin Khattab namanya Abdullah bin Umar pernah berkata. “Para sahabat Nabi saw kalau buka puasa bukan dengan makanan, bukan dengan kurma, melainkan dengan bermain dengan istrinya.”

Tiba-tiba, tidak ada angin, Umar bin Khattab menuangkan air ke sebuah tempat.

Temannya heran dan bertanya, “Heh, Kang, kenapa melakukan hal itu sampai menuangkan air di situ?.”

“Dulu, pas Nabi saw di sini, beliau menuangkan air di sini. Saya ikut saja.” Jawab Umar bin Khattab simpel.

***

Pelajaran besar dari kisah lucu Umar bin Khattab ini adalah, perilaku mentah-mentah yang mereka lakukan bukan sekedar duduk seloyoran, dll, tapi karena itu dilakukan oleh Nabi saw dan mereka tahu, mereka ikuti saja.

Para sahabat tidak berusaha mencari alasan, karena itulah ekspresi cinta, ingin meniru, meneladani apapun yang berkaitan dengan apa yang ia cintai, salah benar urusan belakang.

  • Bagikan