Kisah Orang Yahudi Masuk Islam Setelah Menguji al-Quran

  • Bagikan
Kisah orang Yahudi-masuk- Isalm-setelah-menguji-Al-Quran

Kisah Inspirasi – Kisah ini tercatat dalam sanad al-Qurthubi yang sampai kepada Yahya bin Aktsam. dalam sanad itu dikisahkan kejadian yang terjadi di zaman Dinasti Abbasiyah, yaitu Khalifah al-Makmun.

Suatu ketika Khalifah al-Makmun bertemu dengan seorang yahudi di sebuah majelis. Yahudi itu berpakaian bagus, wajahnya tampan, baunya harum, dan jika dia berbicara akan terdengar sangat indah dengan untaian kalimat yang memukau.

Setelah acara di majelis usai, Khalifah al-Makmun memanggil orang ini.

“Kamu dari golongan Bani Israil?” tanya Khalifah.
“Benar.” Jawab yahudi.
“Silahkan masuk islam, nanti kamu saya akan beri hadiah ini itu.” Kata Khalifah al-Makmun menjanjikan banyak hal.
“Ini agamaku dan agama bapakku.” Jawab yahudi, lalu dia pergi.

Setahun berlalu, orang yahudi itu datang lagi di majelis Khalifah al-Makmun, tapi kali ini sudah masuk islam. Dia bisa menjelaskan tentang fikih dan masalah agama dengan bagus.

Setelah selesai acara di majelis, orang ini dipanggil lagi sama Khalifah al-Makmun.

“Bukankah kamu orang yang tahun kemarin datang?” Tanya al-Makmun.
“Benar.” Jawab orang Yahudi itu.
“Apa yang membuatmu masuk Islam?” Tanya al-Makmun lagi.

Orang yahudi yang kini memeluk agama Islam mulai bercerita.

“Setelah saya meninggalkan anda, aku melakukan eksperimen untuk ketiga agama: Nasrani, Yahudi dan Islam. Orang mengakui tulisanku bagus. Akupun menulis Taurat sebanyak tiga naskah. Di sana aku tambahi dan aku kurangi. Lalu aku bawa ke Sinagog, tulisan tiga lembar itupun mereka beli. Lalu aku menulis Injil sebanyak tiga naskah. Saya beri tambahan dan saya kurangi. Lalu saya bawa ke gereja, dan mereka membelinya dariku.”

“Terakhir aku menulis al-Quran sebanyak tiga naskah juga. Saya beri tambahan dan saya kurangi. Lalu saya bawa ke penerbit al-Quran. Mereka buka-buka. Ketika mereka melihat ada tambahan dan ada yang kurang, mereka langsung membuangnya. Dan tidak mau membelinya dariku. Di sana aku sadar, bahwa kitab suci agama Islam ini terjaga. Inilah sebab aku masuk islam.”

Orang yahudi itu juga menjelaskan mengenai mukjizat al-Quran yang dia jumpai. Dia mengatakan bahwa di dunia ini ada ribuan manusia muslim hafidz al-Quran di luar kepala. Ada lembaga yang meneliti tafsir al-Quran. Ada lembaga yang mengkaji qiraah al-Quran. Bahkan ada lembaga yang membidangi mukjizat ilmiah al-Quran, kajian antar al-Quran dengan sains modern.

Beberapa kali orang barat dan orang syiah membuat teks al-Quran baru. Mereka tawarkan ke masyarakat. Menyebar di dunia maya. Tapi tetap saja, semua upaya itu nihil hasilnya. Itulah bukti bahwa alquran adalah kitab suci yang terjaga.

Dari kisah ini mengajarkan kita beberapa hal;

Pertama, Satu-satunya kitab suci yang dijamin selalu autentik oleh Allah hanyalah al-Quran. Allah berfirman, “Sungguh Kami yang telah menurunkan al-Quran dan Kamilah yang akan menjaganya.” (QS. al-Hijr: 9)

Kedua, Allah swt yang memberi hidayah kepada siapa yang dikehendaki. Tawaran ini itu dari Khalifah al-Makmun ternyata tidak mampu menggoyahkan keimanan orang Yahudi, tapi Allah membuka ruang iman dalam dadanya sehingga mendapatkan dan melihat mukjizat al-Quran dan membuat dia masuk Islam

Rujukan: Tafsir al-Qurthubi, 5/10

  • Bagikan