Kisah Rasulullah SAW dan Perempuan Tua yang Membenci Beliau

Kisah Rasulullah SAW

420

Akhlak mulia yang dimiliki Nabi Muhammad SAW patut jadi teladan umat manusia. Beliau dipuji oleh Allah SWT bukan karena fisik yang kuat seperti Nabi Musa ‘alaihissalam. Bukan pula karena kedudukan seperti yang dimiliki Nabi Sulaiman ‘alaihissalam.

Tetapi Allah memuji beliau karena akhlak dan adabnya yang sangat agung sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur”. (Surah Al-Qalam: ayat 4)

Dikisahkan dalam Sirah Nabawiyah, seorang perempuan tua sedang melintasi gurun pasir membawa beban yang amat berat. Nenek tua itu tampak kepayahan, namun ia tetap berusaha membawa barang bawaannya dengan sekuat tenaga.

Tak lama kemudian, seorang laki-laki muda datang menawarkan diri untuk membantu mengangkat bawaannya. Perempuan tua itu menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Laki-laki itu pun mengangkat bawaannya kemudian mereka berjalan beriringan.

“Senang sekali kamu mau membantu dan menemani, saya sangat menghargainya”, kata perempuan itu.

Ternyata perempua tua ini senang bercerita kepada orang lain. Laki-laki itu pun dengan sabar mendengarkan sambil tersenyum tanpa pernah menginterupsinya. Suatu saat nenek tua itu berkata pada laki-laki tersebut:

“Anak muda, selama kita berjalan bersama, saya hanya punya satu permintaan. Jangan berbicara apapun tentang Muhammad! Gara-gara dia, tidak ada lagi rasa damai dan saya sangat terganggu dengan pemikirannya. Jadi sekali lagi, jangan berbicara apapun tentang Muhammad!”.

Nenek tua itu melanjutkan curhatnya: “Orang itu benar-benar membuat saya kesal. Saya selalu mendengar nama dan reputasinya kemanapun saya pergi. Dia dikenal berasal dari keluarga dan suku yang terpercaya, tapi tiba-tiba dia memecah belah orang-orang dengan mengatakan bahwa tuhan itu satu”.

“Dia menjerumuskan orang yang lemah, orang miskin, dan budak-budak. Orang-orang itu berpikir mereka akan dapat menemukan kekayaan dan kebebasan dengan mengikuti jalannya. Dia merusak anak-anak muda dengan memutarbalikkan kebenaran. Dia meyakinkan mereka bahwa mereka kuat dan bahwa ada suatu tujuan yang bisa diraih. Jadi anak muda, kamu jangan sekali-kali berbicara tentang Muhammad!”

Terkait
1 daripada 23

Tak lama kemudian, mereka sampai ke tempat tujuan. Laki-laki itu menurunkan barang bawaannya. Perempuan tua itu menatapnya sambil tersenyum penuh terima kasih.

“Terima kasih banyak, anak muda. Kamu sangat baik. Kemurahan hati dan senyuman kamu itu jarang saya temukan. Biarkan saya memberi kamu satu nasihat. Jauhi Muhammad! Jangan pernah memikirkan kata-katanya atau mengikuti jalannya. Kalau kamu lakukan itu, kamu tidak akan pernah mendapatkan ketenangan. Yang ada hanya masalah,” kata nenek tua itu.

Ketika laki-laki itu berbalik menjauh, perempuan itu menghentikannya, “Maaf, sebelum kita berpisah, boleh saya tahu namamu?” Lalu laki-laki itu memberitahukannya dan betapa terkejutnya nenek tua itu.

“Maaf, apa yang kamu bilang? Kata-katamu tidak terdengar jelas. Telinga saya semakin tua, terkadang saya tidak bisa mendengar dengan baik. Kelihatannya lucu, saya pikir tadi saya mendengar kamu mengucapkan Muhammad”.

“Saya Muhammad,” laki-laki itu mengulang kata-katanya lagi kepada perempuan tua itu.

Perempuan itu terpaku memandangi Rasulullah SAW. Tak berapa lama keluar kata-kata dari mulutnya, “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.” Nenek tua itu pun besyahadat memeluk Islam.

Begitulah kemuliaan akhlak baginda Rasulullah SAW. Hanya dengan dua kata dari mulut beliau mulia dan dibekali kerendahan hati, kesabaran, dan kewibawaan, seorang perempuan tua yang sebelumnya sangat membencinya berbalik menjadi mencintainya dan memeluk Islam.

Betapa agungnya budi pekerti Nabi Muhammad SAW. Hanya dengan adab dan senyum, Rasulullah SAW meluluhkan hati perempuan yang membencinya. Semoga kisah ini menjadi iktibar bagi kita untuk meneladani akhlak beliau.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

(rhs)

Baca Juga...