Kisah Seorang Ayah dan Putrinya; Pentingnya Mengontrol Amarah

  • Bagikan

Kisah Inspirasi – Kisah hikmah ini menceritakan seorang ayah yang khilaf dan menyesal akan perbuatannya terhadap putrinya. Hanya karena persoalan sepele, sesuatu yang besar dan penting tak bisa kembali lagi. Berikut kisahnya:

Seorang Ayah sedang memasang foto keluarganya di dinding rumah yang baru saja dicat. Ia menggunakan paku dan palu untuk membuat gantungan bingkai foto itu. Ketika memaku, beberapa paku bengkok dan jatuh ke lantai.

Putrinya yang berusia 4 tahun sedang bermain di dekat ayahnya yang sedang bekerja. Dia ingin sekali bermain dengan ayahnya dan mengajaknya bermain di luar rumah.

Namun ayahnya sedang sibuk memasang bingkai foto dan mengabaikan ajakan putrinya. Akhirnya Ia meminta anaknya pergi ke luar dan bermain dengan kakaknya.

Gadis itu melihat paku tergeletak di lantai. Jadi dia mengambil beberapa paku dan pergi keluar untuk bermain bersama dengan kakaknya.

Setelah beberapa waktu, sang kakak berlari menghampiri ayahnya dan memberitahu ayahnya bahwa adiknya itu menggores mobil yang baru dibeli dengan paku.

Dipenuhi dengan kemarahan Sang Ayah lalu berlari ke luar, Ayah itu marah sambil memegang tangan anaknya dan memukulnya berkali-kali.

Ia tidak menyadari bahwa ia menggunakan palu yang sudah ada di tangannya dari tadi. Dengan darah di seluruh tangan anaknya, gadis itu langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Gadis itu menjalani operasi darurat. Dokter memutuskan untuk amputasi beberapa bagian dari tangannya. Gadis itu telah kehilangan semua jarinya karena beberapa patah tulang.

Beberapa saat setelah operasi, anak itu bertemu kembali dengan ayahnya di rumah sakit, dengan mata yang sedih gadis kecil itu berbicara pada ayahnya.

“Ayah, aku sangat menyesal telah merusak mobil Ayah”.

Dengan air mata di matanya, ia terus melihat tangannya dan bertanya, “Ayah, kapan aku bisa mendapatkan jari-jariku kembali? Aku berjanji, Aku tidak akan pernah merusak mobil Ayah lagi.”

Ayah tadi begitu sedih dengan pertanyaan putrinya dan tidak bisa berkata apa-apa, Ia tidak bisa berhenti menangis, Ia menangis selama berjam-jam. Gadis itu telah kehilangan jari-jarinya untuk selamanya, hanya karena kemarahan yang tidak terkontrol dan tindakan bodoh.

Ayah tersebut lalu kembali ke mobil dan menendangnya berkali-kali. Hancur oleh perbuatannya sendiri, Ia sangat menyesal.

Ia duduk di depan mobil dan tersadar saat melihat goresan yang dibuat oleh Putrinya, Putrinya menulis “Aku Sayang Ayah”.

Pesan hikmah dari kisah inspirasi ini:

Jangan karena Anda sedang diliputi rasa marah membuat Anda melakukan hal yang bodoh. Jika Anda bisa lebih tenang dan bersabar dalam satu momen kemarahan, maka Anda akan terhindar dari seratus hari kesedihan. Kemarahan dan Cinta tidak memiliki batas.

Selalu ingat bahwa “Barang-barang untuk digunakan dan orang-orang untuk dicintai”. Namun yang terjadi di dunia saat ini adalah “Orang-orang digunakan & barang-barang dicintai.”

  • Bagikan